Community Service

Rencana Pengabdian Masyarakat

        Tahukah anda apa itu Engineering Service Community (ESC)?. Engineering Service Community merupakan sebuah komunitas yang bergerak dibidang pengabdian masyarakat dengan menerapkan konsep Engineering Learning. Kegiatan ESC ini melibatkan mahasiswa dan dosen di Telkom University, mahasiswa diajak untuk turut serta aktif dalam kegiatan peng-masyarakat sekaligus sebagai objek dari Engineering Learning, sedangkan dosen akan berperan mengawasi dan membimbing mahasiswa selama kegiatan.
Hal yang membedakan ESC dengan kegiatan pengabdian masyarakat lain adalah adanya konsep Engineering Learning bagi mahasiswa. Engineering Learning adalah konsep pembelajaran bagi mahasiswa dengan cara terlibat langsung dalam menemukan masalah yang ada di masyarakat serta menyelesaikan masalah dengan tahapan-tahapan seorang engineer.

Engineering Service Community merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memecahkan masalah masyarakat sekitar dengan kumpulan ilmu teknik dari berbagai jurusan yang berbeda. Projek ini dirancang untuk mahasiswa universitas telkom.
Projek ini terbagi menjadi 5 bagian, yaitu:
1. Membuat tim terbaik
Bertujuan untuk membentuk tim terbaik yang nantinya akan menjadi fondasi seluruh projek. Banyak hal yang dipertimbangkan sebelum membagi peserta menjadi beberapa tim, diantaranya jurusan dari mahasiswa, bakat dan tipe kepribadian peserta.
2. Melihat masalah dari sudut pandang lain
Kami melatih mahasiswa untuk dapat melihat masalah dari berbagai perspektif melalui berbagai proses pembelajaran, termasuk metode penemuan kreatif, perancangan dan penulisan akademik. Peserta akan belajar melalui pengalaman bagaimana melihat masalah dengan cara berbeda, bukan semerta-merta diajari solusi tertentu untuk masalah tertentu.
3. Memecahkan masalah setempat.
Kami membantu memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat sekitar. Proses ini meliputi ‘mendapatkan ide solusi’, ‘merancang produk’, ‘membeli material’, ‘membuat produk’,’menulis deskripsi produk’, dan ‘menerapkan produk’.
4. Menjadi satu dengan komunitas setempat
Bagian ini fokus kepada komunikasi yang efektif. Untuk bekerja sama dengan komunitas lokal, penting untuk membuat mereka tahu siapa kalian dan tujuan kalian terhadap komunitas itu.
5. Mengorganisir ide dan membaginya
Bagian ini bertujuan untuk membantu mahasiswa mengevaluasi produk mereka sendiri, mengaturnya dan membagian ide mereka sehingga projek lanjutan semacam ini dapat dilakukan lagi di masa depan.

Engineering Service Community Telkom University memiliki moto yaitu Thinking, Helping, Smiling yang memiliki arti :
– Thinking : dalam menyelesaikan masalah, ada proses berpikir dan diskusi tentang masalah apa yang akan diselesaikan, solusi yang akan diberikan, serta hasil yang akan dicapai.
– Helping : bahwa kegiatan dari proses Thinking sebelumnya adalah untuk menolong dan membantu sesama manusia.
– Smiling : dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan dan menebarkan senyuman keceriaan dan kebahagiaan bagi mereka yang kita tolong.

ESC Telkom University baru diadakan pertama kali tahun 2014 ini. Ide dari pembentukan dan pelaksanaan ESC sendiri diawali oleh dosen dan mahasiswa dari Prodi S1 Teknik Elektro. Berawal dari pengalaman mengikuti kegiatan Engineering Service Learning yang diadakan oleh PICEE dari Korea Selatan selama bulan Oktober yang lalu, dosen dan mahasiswa Prodi S1 Teknik Elektro ingin mencoba menerapkan dan membentuk komunitas di tingkat Telkom University. Para peserta di bagi menjadi 12 Tim dan setiap Tim terdiri dari 4 dan 5 orang mahasiswa. Lalu seperti apa jalannya kegiatannya ESC 2014 yang mulai dilaksanakan dari tanggal 30 Oktober – 15 November 2014?

Terpilih 5 tempat untuk penerapan kegiatan ESC, kesemuanya berada tidak jauh dari lingkungan Telkom University. Yang terpilih itu adalah Paud Pos Fathonah yang berada di Ciganitri, memberikan solusi permasalahan berupa pemasangan listrik dari PLN beserta instalasinya, pagar, mainan anak berupa jungkitan serta lemari. Tempat yang kedua yaitu di MTS/MA Al-Falah Ciganitri serta memberikan perlengkapan futsal berupa 2 buah gawang dan satu tiang ring basket. Yayasan TK/RA.MI At Tarbiyah Islamiyah Sukapura memberikan inovasi corong tempat sampah dari lantai 2, membuat plang, dan rak buku. Dan tempat terakhir adalah SD Sukabirus, pada SD ini para peserta membantu membuat wastafel dan peta dunia untuk pembelajaran. Semua alat yang diberikan merupakan hasil karya para mahasiswa.
Hasil dari semua kegiatan ESC di Telkom University akan di presentasikan di Pusan University, Korea Selatan oleh dua orang dosen Fakultas Teknik Elektro Angga Rusdinar, ST.,MT., PhD dan Ramdhan Nugraha, S.Pd., MT beserta 3 orang mahasiswa yaitu M. Royyan Zahir, Philip Tobianto Daely, Yohana Jayanti A. Dan mereka pun menghadiri 2014 Engineer Education Festival (E2Festa 2014) di Ilsan Kintex conventiuon center, Koyang. Serta dari keseluruhan para peserta nanti akan dipilih untuk ke Malaysia dalam acara yang sama. Karena ESC dilakukan dibeberapa negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Korea.
Harapannya untuk masa mendatang, kegiatan ESC ini dapat diikuti oleh semua mahasiswa Universitas Telkom sebagai bentuk pengabdian masyarakat mahasiswa terhadap lingkungan sekitar serta sebagai proses pembelajaran mahasiswa untuk berbaur langsung dengan masyarakat. Dalam pelaksanaan kegiatan ESC ini, kami juga mendapat kunjungan dari pihak (Pusan National University Inovation of Engineering Education) PICEE Korea Selatan dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Kedepannya kegiatan ESC Telkom University ini juga akan berkolaborasi dengan perguruan tinggi lain di Indonesia seperti PENS dan juga perguruan tinggi dari Korea Selatan yang tergabung dalam konsorsium PICEE.